Pengelolaan Anemia Pada Remaja Putri Melalui Pendekatan Olah Pikiran-Tubuh

Authors

  • Herrywati Tambunan Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/fd3v8794

Keywords:

anemia, remaja putri, olah, pikiran, tubuh

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap permasalahan gizi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab utama anemia. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh seseorang mengalami penurunan jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia hingga dalam batas normal. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya hemoglobin dalam tubuh sehingga mempengaruhi produksi sel darah merah. Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai pada remaja. Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia cukup tinggi yaitu 32% (Riskesdas, 2018). Oleh karena itu, penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja khususnya remaja putri telah menjadi masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah. Remaja mempunyai peranan penting dalam pembangunan dan pembangunan suatu bangsa, karena remaja yang sehat merupakan investasi masa depan. Kekurangan zat besi, kekurangan vitamin, menstruasi, dan aktivitas fisik merupakan beberapa penyebab anemia. Ketika terjadi kekurangan zat besi, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Akibat kurangnya kadar hemoglobin, gangguan pertumbuhan tidak mencapai tingkat optimal, sehingga menimbulkan gejala lesu, lemas, dan lelah saat melakukan aktivitas, yang akan berdampak pada penurunan konsentrasi dan prestasi belajar, serta dapak panjang yaitu sumber daya manusia, karena remaja putri merupakan somber daya manusia yang mendukung generasi berikutnya (Julaecha, 2020). Selain itu, siklus menstruasi, infeksi virus, faktor istirahat, ketidaktahuan tentang anemia, dan keadaan ekonomi orang tua semuanya dapat berkontribusi terhadap terjadinya anemia pada remaja. Untuk meningkatkan asupan makanan pada remaja denganpenderita anemia, perlu adanya edukasi yang lebih mendalam mengenai gizi, karena hal ini merupakan salah satu faktor penyebab anemia pada remaja tersebut. Penelitian Anggoro tahun 2020, tentang faktor yang mempengaruhi kejadian anemia dari 69 siswi, 14 (20,3%) memiliki kadar hemoglobin yang menyimpang, sedangkan 55 (79,7%) memiliki kadar hemoglobin normal. Hasil olah data Uji Chi Square menunjukkan kejadian anemia dipengaruhi oleh nilai pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,046), makanan (p=0,003), dan kekayaan keluarga (p=0,025) (Anggoro, 2020).

Downloads

Published

2024-10-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pengelolaan Anemia Pada Remaja Putri Melalui Pendekatan Olah Pikiran-Tubuh. (2024). Book Chapter of Anemia, 1(1). https://doi.org/10.5281/fd3v8794