PENYEBAB ANEMIA SELAIN DEFISIENSI BESI:ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI

Authors

  • Handayani, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. Universitas Binawan Author

DOI:

https://doi.org/10.67717/rs0qjq89

Abstract

Anemia masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang kompleks karena kemunculannya tidak selalu dapat dijelaskan oleh satu penyebab. Selama bertahun- tahun, upaya pencegahan dan penanganan anemia banyak berfokus pada defisiensi besi. Pendekatan tersebut penting, tetapi tidak sepenuhnya menggambarkan keragaman proses biologis yang dapat menurunkan kadar hemoglobin. Anemia juga dapat timbul akibat kekurangan mikronutrien selain besi, infeksi, inflamasi, penyakit kronis, perdarahan, serta kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan dan fungsi eritrosit. Keragaman tersebut menempatkan anemia sebagai manifestasi dari berbagai gangguan yang dapat terjadi secara terpisah maupun bersamaan (Hess et al., 2023; World Health Organization [WHO], 2023). Kompleksitas etiologi anemia semakin mendapat perhatian dalam agenda kesehatan global. Melalui kerangka Accelerating Anaemia Reduction: A Comprehensive Framework for Action, WHO (2023) menegaskan bahwa upaya mengurangi beban anemia tidak cukup apabila hanya berorientasi pada defisiensi besi. Penanganan anemia perlu mempertimbangkan penyebab langsung, faktor risiko biologis, serta kondisi sosial dan lingkungan yang memengaruhi kesehatan. Sejalan dengan rekomendasi tersebut, tinjauan Hess et al. (2023) menguraikan bahwa anemia dapat berkaitan dengan interaksi faktor biologis, sosial ekonomi, dan ekologis. Kelompok yang rentan dapat menghadapi

Downloads

Published

2026-10-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENYEBAB ANEMIA SELAIN DEFISIENSI BESI:ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI. (2026). Book Chapter of Anemia, 3(1). https://doi.org/10.67717/rs0qjq89