PERAN GIZI DALAM PENCEGAHAN DANPENANGANAN ANEMIA AKIBAT DEFISIENSI ZAT GIZI
DOI:
https://doi.org/10.67717/69debr91Abstract
Anemia adalah kondisi ketika konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai ambang yang ditetapkan menurut umur, jenis kelamin, dan status fisiologis, sehingga kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke jaringan menurun. Organisasi Kesehatan Dunia memperbarui ambang batas tersebut pada tahun 2024; misalnya, anemia pada perempuan tidak hamil usia 15 tahun ke atas ditetapkan bila Hb kurang dari 12,0 g/dL, pada laki-laki dewasa kurang dari 13,0 g/dL, dan pada ibu hamil trimester pertama dan ketiga kurang dari 11,0 g/d (World Health Organization, 2024) . Meskipun definisinya sederhana, anemia merupakan hasil akhir dari berbagai proses yang kompleks, mulai dari kekurangan zat gizi, infeksi, peradangan kronis, hingga kelainan genetik hemoglobin (Chaparro, C. M., & Suchdev, 2019) Secara global, beban anemia masih sangat besar. Analisis Global Burden of Disease 2021 memperkirakan hampir seperempat penduduk dunia hidup dengan anemia, dengan defisiensi zat besi sebagai penyebab utamanya, dan beban terberat ditanggung oleh anak balita serta perempuan usia reproduksi di negara berpenghasilan rendah dan menengah (Collaborators, 2023) . WHO menempatkan penurunan anemia sebagai salah satu target gizi global dan menegaskan bahwa kemajuan dunia menuju target tersebut masih jauh dari memadai, sehingga dibutuhkan pendekatan lintas sektor yang lebih terpadu (World Health Organization, 2023a)
