Anemia pada Bayi dan Balita: Skrinning, MPASI Kaya Zat Besi, Infeksi, dan Dampak Tumbuh Kembang

Authors

  • Rikhly Faradisy Mursyida, S.ST., M.Kes STIKES Sukma Wijaya Sampang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/c7ae8264

Abstract

Anemia pada bayi dan balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus menjadi tantangan utama di Indonesia dan dunia karena dampaknya yang luas terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia masa depan. Menurut World Health Organization tahun 2023, prevalensi anemia global pada anak usia 6-59 bulan mencapai 39,8% atau setara 265 juta anak, dengan kawasan Asia Tenggara menjadi yang tertinggi sebesar 45%. Di Indonesia, Riskesdas 2023 melaporkan angka 21,6% pada balita, menurun dari 28,1% tahun 2018 namun masih jauh di atas target Sustainable Development Goals kurang dari 12,5% pada tahun 2025. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan kegagalan intervensi gizi sebelumnya tetapi juga menunjukkan faktor multifaktorial kompleks yang melibatkan pola pemberian MPASI rendah zat besi, infeksi berulang, sanitasi tidak memadai, serta ketidakpatuhan terhadap suplementasi nasional.

Downloads

Published

2026-04-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

Anemia pada Bayi dan Balita: Skrinning, MPASI Kaya Zat Besi, Infeksi, dan Dampak Tumbuh Kembang. (2026). Book Chapter of Anemia, 2(2). https://doi.org/10.5281/c7ae8264