Intervensi Gizi Untuk Pencegahan dan Perbaikan Anemia Pangan Lokal, Enhancer – Inhibitor, Fortifikasi dan Suplementasi
DOI:
https://doi.org/10.5281/kbpvr829Abstract
Indonesia salah satu negara yang belum bebas anemia, hal ini dicatat dalam laporan Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan angka 48,9% pada ibu hamil dan 32%-57% pada remajaputri/wanita usia 15-24 tahun, anak-anak (5-14 tahun) 26,8%. Terjadi tren peningkatan peningkatan prevalensi anemia pada anak di bawah 5 tahun meningkat dari 19,7% (2007) menjadi 38,5% (2018). Ibu hamil dan remaja putri menjadi kelompok yang paling rentan. Penyebab utama anemia di Indonesia adalah kurangnya asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 dari makanan (terutama kurang konsumsi protein hewani), infeksi cacing/malaria, serta faktor menstruasi dan kehamilan, yang memicu kekurangan Hemoglobin (Hb). Penyebab lain adalah penyakit infeksi, infeksi cacing (cacingan), malaria, serta tuberkulosis (TB) yang sering ditemui di beberapa daerah Indonesia dapat menghancurkan sel darah merah atau menghambat penyerapannya penyakit kronis (TB, ginjal) juga memperburuk kondisi. Selain itu kurangnya konsumsi makanan pendamping (seperti Vitamin C) untuk membantu penyerapan besi, atau kebiasaan minum teh/kopi saat makan yang justru menghambatnya.
