Anemia Pada Kehamilan: Skrining Trimester, Tata Laksana dan Pencegahan Komplikasi
DOI:
https://doi.org/10.5281/713npq36Abstract
Anemia pada kehamilan masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan dan berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 36–40% ibu hamil di dunia mengalami anemia, dengan prevalensi yang lebih tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia (WHO, 2016). Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi, meskipun faktor lain seperti defisiensi asam folat, vitamin B12, infeksi, serta kondisi kronis juga berperan (Means, 2020). Secara fisiologis, kehamilan menyebabkan peningkatan volume plasma yang lebih besar dibandingkan peningkatan massa eritrosit, sehingga terjadi hemodilusi yang dikenal sebagai anemia fisiologis kehamilan. Namun, kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia patologis apabila tidak diimbangi dengan asupan zat besi yang adekuat (Milman, 2006). Kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan janin, plasenta, serta peningkatan volume darah ibu.
