Homeostasis Besi Modern: Peran HepcidinFerroportin dan Implikasi Klinis
DOI:
https://doi.org/10.5281/fydqnv56Abstract
Homeostasis besi sistemik pada mamalia merupakan proses regulasi yang sangat ketat. Hal ini disebabkan oleh sifat zat besi yang “bermata dua”, di satu sisi berperan sebagai kofaktor enzimatik esensial dalam eritropoiesis dan metabolisme sel, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan efek sitotoksik melalui pembentukan radikal bebas dan stres oksidatif. Oleh karena itu, tubuh harus menjaga kadar besi dalam rentang yang optimal, cukup untuk kebutuhan fisiologis, tetapi tidak berlebihan. Berbeda dengan mineral lain, tubuh manusia tidak memiliki mekanisme ekskresi aktif yang terkontrol untuk membuang kelebihan besi. Konsekuensinya, keseimbangan besi sangat bergantung pada pengaturan ketat terhadap absorpsi dan distribusinya. Mekanisme sentral dalam regulasi ini adalah poros hepcidin–ferroportin, yang berfungsi mengendalikan aliran (fluks) besi dari sel ke sirkulasi.
