Anemia Pada Kehamilan

Authors

  • Rosa Susanti Optimal Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/p82d5421

Keywords:

Anemia, Kehamilan

Abstract

Anemia dalam kehamilan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan 
secara global, terutama di negara berkembang, dan merupakan penyebab utama morbiditas 
dan mortalitas ibu serta perinatal (WHO, 2022). Anemia didefinisikan sebagai kondisi 
dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal. Menurut 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seorang ibu hamil dinyatakan anemia jika kadar 
hemoglobinnya kurang dari 11.0 g/dL (WHO, 2022). Prevalensi anemia pada kehamilan 
diperkirakan mencapai 36.5% secara global, dengan beban tertinggi di Afrika dan Asia 
Tenggara (Sunuwar et al., 2023). 
Di Indonesia, masalah ini masih sangat relevan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 
tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil adalah sebesar 48,9%, 
yang berarti hampir satu dari dua ibu hamil menderita anemia (Kemenkes RI, 2019). Angka 
ini jauh lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan WHO, yaitu 40%, yang menandakan 
anemia sebagai masalah kesehatan masyarakat yang berat.

Downloads

Published

2025-10-31

Issue

Section

Articles

How to Cite