Hubungan Antara Tingkat Pendapatan Orang tua Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15897368Keywords:
orang tua, status gizi, anak usia sekolahAbstract
Pemasalahan gizi pada anak merupakan permasalahan global dengan dampak sistemik yang signifikan, termasuk di Indonesia. Anakanak yang mengalami gizi kurang atau buruk berisiko mengalami penurunan Tingkat kecerdasan dan daya saing (1). Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih di Indonesia masing-masing sebesar 3,9%, 13,8%, 79,2%, dan 3,1% (2). Data dari UNICEF tahun 2020 mencatat bahwa tujuh juta anak di Indonesia mengalami stunting, dua juta anak balita mengalami kekurangan berat badan, dan dua juta lainnya mengalami obesitas (3) Pemerintah Indonesia telah melakukan Upaya untuk menangani masalah gizi anak di berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat. Sejak tahun 2016-2021, telah terjadi peningkatan kasus gizi buruk di Provinsi Jawa Barat. Dinas Kesehatan Jawa Barat (2019) menunjukkan bahwa prevalensi stunting dan wasting pada balita di Jawa Barat sebesar 26,21% dan 6,6% dan mengalami penurunan dari menjadi 24,50 % dan 5,3% pada tahun 2021. Berdasarkan studi status gizi indonesia (SSGI). Masalah stunting di Jawa Barat termasuk dalam kategori tinggi.
