HUBUNGAN POLA BERMAIN DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK KENCANA KECAMATAN TOBADAK KABUPATEN MAMUJU TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15897494Keywords:
pola bermain, kognitif, anak usia pra sekolah, kanak-kanakAbstract
Anak dan bermain merupakan dua hal yang tak terpisahkan Piaget menyebutkan bermain sebagai bentuk refleks berpikir pada anak sedangkan Vygotsky menyebutkan bermain memfasilitasi anak untuk membangun pengetahuanny. Bermain, sama hal nya dengan belajar, adalah hidup dan pekerjaan anak. Terlepas apakah anak tersebut bermasalah atau tidak, normal ataupun kebutuhan khusus. Keterbatasan anak dalam bahasa verbal, maka permainan adalah alat yang tepat untuk membantu proses konseling anak. Bermain memberi efek relaksasi bagi anak. (Daniati, R. 2013). Rentang usia antara 3 sampai dengan 6 tahun merupakan tahapan yang disebut sebagai usia pra sekolah. Lembaga pendidikan pra sekolah adalah lembaga pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar formal. Pendidikan prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, intelektual, keterampilan fisik dan motorik, sosial, moral, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta untuk pertumbuhan dan perkembangan tahap selanjutnya.
