PERTUMBUHAN FISIK ANAK : POLA, PENGUKURAN, DAN PEMANTAUAN
DOI:
https://doi.org/10.67717/mpj2m684Keywords:
Pertumbuhan Anak, Status Gizi, Stunting, WastingAbstract
Pertumbuhan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan dan status gizi anak. Proses pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kecukupan nutrisi, penyakit infeksi, serta praktik perawatan. Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan periode kritis yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penilaian pertumbuhan pada anak usia di bawah lima tahun dapat dilakukan melalui indikator antropometri, seperti tinggi badan menurut usia untuk mengidentifikasi stunting, berat badan menurut tinggi badan untuk menilai wasting, serta berat badan menurut usia untuk menilai underweight, dengan mengacu pada standar pertumbuhan anak WHO. Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap kualitas kesehatan anak. Pada tahun 2024, diperkirakan 150,2 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting, 42,8 juta mengalami wasting, dan 35,5 juta mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan, dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022, kemudian menurun menjadi 21,5% pada tahun 2023 dan 19,8% pada tahun 2024. Meskipun demikian, beban stunting masih belum merata antar kelompok usia, tingkat pendapatan, dan wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan pertumbuhan pada anak usia dini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan pemantauan pertumbuhan secara tepat, berkala, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan malnutrisi dan peningkatan kualitas kesehatan anak
