Tuberkulosis Anak: Skrining Kontak, Diagnosis, Terapi Pencegahan (TPT), dan Tantangan Kepatuhan
DOI:
https://doi.org/10.5281/6qxk9351Abstract
Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di negara dengan beban TB tinggi, termasuk Indonesia. Secara global, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa anak menyumbang proporsi substansial dari total kasus TB dunia, dengan risiko progresi penyakit yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, terutama pada usia di bawah lima tahun dan anak dengan gangguan imun. Tantangan pada populasi anak bukan hanya tingginya risiko progresi menjadi TB aktif, tetapi juga kesulitan dalam menegakkan diagnosis secara pasti akibat sifat penyakit yang paucibacillary dan gejala klinis yang tidak spesifik. Dalam beberapa tahun terakhir, strategi global penanggulangan TB melalui kerangka World Health Organization End TB Strategy menekankan pentingnya perluasan skrining kontak dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai intervensi prioritas pada kelompok rentan, termasuk anak. (Kemnkes RI 2021)
